Pengusiran
dan penghardikan Anak - Anak di Masjid menjadi pemandangan biasa di Indonesia. Mata
- Mata Tajam dan kata - kata Kasar keluar dari BKM (Badan Kemakmuran Masjid) "Jahiliyah".
Kecamuk antara wajah sangar Orang tua di rumah yang menghalaunya ke Masjid dan wajah
seram BKM "Jahiliyah" yang mengusirnya, seolah merengut kebahagiaan di
masa kecilnya.
Jika
Anak - Anak muslim Berlari, Riang, Tawa di Masjid itu adalah Ciri Khas Anak - Anak.
Akan tetapi jika yang Berlari dan Tertawa itu ialah Orang tua maka mereka layak
di usir.
Mereka
sebenarnya "Malaikat" Allah yang sedang bergembira di rumah Robb-Nya.
Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki tubuh Rasulullah saat mengimami Sholat
para Sahabat, Rasulullah Sujud begitu lama, Hingga ada sahabat yang bertanya
"Ya Rasulullah, mengapa lama sekali sujudmu" Rasul menjawab
"Tadi Hasan dan Husein naik di tubuhku, aku khawatir kalau aku bangkit
mereka terjatuh, ku biarkan mereka puas bermain".
Dalam
riwayat yang lain Rasulullah mempercepat sholatnya karena ada Tangis Anak kecil
yang memanggil ibunya yang sedang ikut Sholat berjama'ah bersama Rasulullah. Itulah
mengapa Masjid pada Zaman Nabi yang tak pernah sepi dari Anak - Anak kecil. Lalu
Masjid apa yang anti dengan Anak - Anak kecil? Layak lah para BKM "Jahiliyah"
di beri pemahaman yang utuh tentang Masjid sebagai pusat peradaban Islam.
Muhammad
Al-Fatih Penakluk Konstantinopel pernah berkata: "Jika kalian tidak lagi
mendengar Riang Tawa dan Gelak Bahagia Anak - Anak di Masjid - Masjid, Maka Waspadalah.
Saat itu kalian dalam Bahaya.

Comments
Post a Comment