S eusai menjalankan Sholat Tahajud, seorang kiai mendadak ingin keluar dari langgar, mencari udara Segar. Di depan langgar, dia melihat salah satu santrinya sedang merokok dengan muka yang tampak serius memikirkan sesuatu. “Apa yang sedang kamu pikirkan, Nak?” Si Santri njenggirat kaget hingga rokoknya terjatuh. “Nggak, Pak kiai… Hanya memikirkan hal yang tidak terlalu penting.” ujarnya sambil mengambil rokoknya dari tanah. “Kalau aku boleh tahu, hal apakah itu?” Si Santri diam sejenak, lalu membuka suara. “Anu, Pak Kiai… Apakah kira-kira orang yang membuat Indomie goreng itu masuk surga atau tidak ya?” “Lha memang kenapa?” “Bayangkan, Pak kiai… Dengan harga yang cukup murah, Indomie goreng memberi kenikmatan luar biasa. Santri - Santri yang habis mengaji, bisa mengisi perut mereka, menikmati lezatnya Indomie Goreng. Mahasiswa-mahasiswa yang duitnya menipis, seusai mengerjakan tugas, bisa bergembira dengan cara yang sederhana: makan Indomie goreng. ...